Biaya Hidup di Poland dengan Keluarga (Family Living Expenses in Poland)

 

DSCF1496

Halo semua,

akhir-akhir ini banyak yang tanya soal biaya hidup di Polandia dengan membawa keluarga. Kebetulan saya bawa keluarga. Dua anak, suami dan saudara yg bantu mengurus anak saya di rumah.

Beberapa website yang bisa dibaca, silahkan dilihat dulu.

living expenses in Poland, such a website you can klik

  1. https://www.numbeo.com/cost-of-living/country_result.jsp?country=Poland
  2. https://www.quora.com/What-is-the-monthly-cost-of-living-decently-in-Warsaw-Poland

itu based on living expenses orang eropa ya. mahal juga. tapi namanya kita orang indonesia paling pintar hemat-hemat.

Saya mencoba menguraikan biaya hidup di Polandia sepengalaman saya beberapa bulan disini bersama keluarga

Biaya Tempat Tinggal

Biaya tempat tinggal bagi yang membawa keluarga tentu berbeda dengan biaya tempat tinggal sendiri.

Kalau anda tinggal berdua (suami-istri) saja yang sedang studi, lebih hemat tinggal di kamar private dormitory (1350-1400 pln/bulan). Tapi kalau sudah punya anak akan lebih nyaman menyewa flat. Harga sebuah flat sederhana 1 kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi di daerah pinggir kota sekitar 1750 Zlty/Bulan (paling murah). Ada Pula kawan yang menyewa flat sama tidak terlalu jauh dengan pusat kota dengan harga segitu juga. Beruntung !!! Harga flat privat ukuran studio (1kamar, 1 ruang tamu, kamar mandi dapur dan bills sekitar 2300 Zlty (dengan bills). Rata-rata harga flat di group Facebook Accomodation in Warsaw sekitar 2200-3000 zlty/bulan.

Lokasi flat, kondisi bangunan, moda transportasi sangat menentukan. Beberapa pilihan bila ingin mencari flat yang nyaman dan murah bagi student di daerah Ochota, Kabaty (Ujung metro, tapi banyak pilihan flat murah), Wilanow (dekat masid Wilanow, disni juga banyak pendatang muslim).

Sebenarnya tidak masalah untuk tinggal agak jauh dari pusat kota selama dekat dengan moda transportasi seperti metro atau tram. Kesimpulannya, sediakan budget 2300-3000 Zlty untuk tempat tinggal keluarga (semoga dapat yang lebih murah hehehe)

Biaya Asuransi

Biaya Asuransi bagi anda yang berumur di aas 27 tahun, biaya asuransi rata-rata 50-55,3 Zlty/bulan (NFZ). Biaya pertahun lebih murah sekitar 400 zlty/tahun (untuk PZU).  Kebetulan anak saya yang baru lahir ikut saya asuransinya. Untuk asurasi abang wafa saya belum pernah coba. Setahu saya di poland biaya-biaya untuk anak dibawah 6 tahun masih gratis

Belanja Harian

Karena sudah bersama keluarga, saya biasa belana agak banyak. Dua kali seminggu berbelanja makanan, sayur, beras, susu anak (anak pertama saya minum susu UHT), snack anak, daging, dll. Rata-rata perminggu saya habis 150 zlty untuk makanan. Ini gak hemat-hemat banget sih menurut saya.

Transportasi

Karena hanya saya yang sekolah, suami dan adik saya harus membuat kartu transportasi umum 110 zlty/bulan. Untuk saya 140 zlty/3 bulan. kalau anak-anak gratis 🙂 (enaknya banyak gratisan)

Sekolah anak

Alhamdulillah sekolah publik gratis. Rencana abang Wafa mau sekolah disini. Kita cuman perlu membayar 9 zlty/hari untuk makanan (bisa juga bawa bekal sendiri). Sekolahnya am 7-17.00 (atau bisa disesuaikan oleh orang tua). Setiap flat pasti punya sekolah, adigak perlu khawatir kesulitan mencari sekolah. Pembukaan pendaftaran sekolah anak mulai Februari-April. Pastikan mendaptar bulan-bulan itu. Kebetulan wafa masih masuk waiting list karena telat daftar. InsyaAllah kalo rezeki bisa merasakan sekolah disini.

Makan di luar?

Untuk makan diluar harga kebab rata-rata 12 zlty. Makan di restoran Turki mulai dari 15 zlty-30an zlty.  Di warung Indonesia Sambal Restourant Warsawa menu makanan mulai 15 Zlty. Di warung vietnam sekita 10 zlty sudah ada (belum termasuk minum).

 

Estimation Budget :

  1. Accomodation : 2300-3000 zlty
  2. Insurance : 400 zlty/year/person (PZU insurance)
  3. Transport : 110 zlty/month/person
  4. Food : 600 zlty/month (all fam)

Biaya ini biaya rata-rata sesuai pengalaman saya, bisa kurang bisa lebih. Setiap orang juga punya prefensi belanja sendiri. 🙂

Kalo ditanya kisaran rupiah, untuk keluarga kisaran 3500-4000 PLN perbulan. Sekali lagi bisa hemat, bisa boros. Tergantung individu.

 

Suka Duka jadi Student Mom di Luar Negeri : Melahirkan di Polandia

Hi…

Saya Mega. Sejak memulai studi di Polandia Oktober lalu memang saya tengah hamil 3 bulan. Tapi berkat dukungan suami saya, kami sepakat agar saya tetap berangkat. Menyiapkan mental anak kedua kami lahir di luar negeri dengan segala keterbatasan yang mungkin nanti kami hadapi.

Akhirnya tanggal 6 April 2019 saya melahirkan anak kedua dengan nama Keysa Polandia Nurrahman. Dengan operasi caesar. Sebelumnya sangat ingin melahirkan normal, namun karena ketuban pecah lebih dahulu saya harus operasi.

Rasanya? MasyaAllah bukan main. Ibu-ibu disini mandiri semua. Dari kamar ICU kita diminta jalan sendiri. Tapi saya nggak kuat, alhasil hari pertama saya disuntik morfin. Saking sakitnya 😢

Pelayanan dokter sangat ramah. Tapi memang tidak semua bisa bahasa inggris. Jadi ya… Saya harus merepotlan Hilda (kawan saya dari aceh) sebagai translator bahasa.

Bahasa memang jadi kendala kehidupan sehari-hari di Poland, khususnya pelayanan fasilitas publik. (Melahirkan Gratis dengan asuransi NFZ)

Dibandingkan melahirkan di Indonesia? Yah di Indonesia saya sadar begitu manja. Saya baru berani pegang Wafa umur 40 hari. Banyak yang bantuin.Kalau Keysa, mau tidak mau harus bisa.

Sempat baby blues? Sempat. Kepikiran kuliah yang beberapa kali bolos, kepikiran Wafa yang belum bisa adaptasi dengan lingkungan di Polandia, sampai kepikiran bagaimana adik Keysa kalau ditinggal kuliah.

Tapi saya cuman bisa zikir dan istigfar banyak-banyak. Berfikir bahwa banyak yang lebih tidak beruntung dari saya. Ini adalah bagian kecil ujian hidup jika dibandingkan orang-orang di Palestina, orang-orang di timur tengah yang sedang konflik, bahkan di pedalaman Indonesia. Ah betapa tidak bersyukurnya saya.

Saya tidak berani memikirkan bagaimana nanti. Saya jalani tanpa memikirkan beratnya. Biar gak stress sendiri 😀

Suami saya bolak balik Indonesia Poland karena ada kewajiban mengurus bisnis di lombok. Maklum beasiswa saya full (tapi untuk 1 orang) karena bawa anak mau tidak mau beasiswa suami.

Betapa saya bersyukur karena punya suami yang begitu besar hatinya. Merelakan saya mengejar impian yang tertunda. Semoga jihad ini dibalas Allah sebagai kebaikan untuk dia.

Jadi melahirkan di luar negeri. Menjadi student mom memang keren untuk sebagian orang. Tapi saya bukan keren2an. Jauh dari anak saya 5 bulan sudah cukup membuat lelah hati. Biarlah segala konsekuensinya nanti saya hadapi. Yang penting saya berusaha menyeimbangkan kewajiban sebagai Ibu, istri dan pelajar. Bukankah begitu seyogyanya hidup? 🙂

Doa saya semoga Allah meridhoi langkah saya dan suami sebagai ladang amal dunia akhirat.

Ah… Kadang rasanya pingin pulang saja menikmati zona nyaman. Dirumah apa-apa tersedia. Wafa banyak teman main. Dll. Tapi tidak akan bertumbuh kita di zona nyaman. Ini akan jadi hari kemarin yang kita lewati dengan senyuman.

Alhamdulillaah, karena lahir disini Keysa bisa gratis sekolahnya dari TK-S3 disini 😊

Ini adalah sekolah kehidupan buat saya suami dan anak-anak. Semoga juga meningkatkan pembelajaran tentang agama.

Bismillahirrohmanirrohim.

Allahummayasir walaa tuassir.

Visa Dependant (Keluarga) ke Polandia

DSCF1496

Haiii.

Lama tidak nulis blog karena ujian 😀

Sekarang saya mau share tentang pembuatan Visa bagi anda yang ingin membawa keluarga ke Polandia.

InsyaAllah suami dan anak saya akan ke Poland pada Maret 2019.

Sempat saya mau pakai jasa agen, tapi mengingat saya sudah pernah membuat visa sendiri dan cari-cari info ke kedutaan Polandia. Bismillah saya mantapkan mengurus sendiri.

Sebelumnya saya juga sangat berterimakasih kepada staf Kedutaan Republik Polandia yang sangat sabar menjawab beberapa pertanyaan saya terkait pembuatan Visa bagi dependant. Pelayanan yang sangat baik dan fast respon. Jika info dari saya masih kurang jelas, teman-teman bisa menghubungi langsung kantor Kedutaan Besar Republik Polandia di Jakarta.

 

Baiklah, kita mulai ya 🙂

Dokumen yang diperlukan

  1. Surat keterangan dari kampus bahwa anda adalah mahasiswa disana dan anda (dalam kasus saya) mendapat beasiswa dari pememerintah. Di surat tersebut juga perlu dijelaskan bahwa anda full time student dan akan menyelesaikan studi hingga berapa tahun. Surat ini nantinya dilampirkan dalam pengajuan aplikasi keluarga. Bagi anda yang bekerja bisa meminta surat dari tempat kerja anda.
  2. Letter of Guarantee / Surat sponsorship dari pemberi beasiswa. Atau dari kantor jika anda bekerja di Poland.
  3. Surat invitation dari anda untuk keluarga yang di undang. Menerangkan bahwa dia adalah keluarga anda dan anda sanggup membiayai kebutuhannya selama di Polandia. Menurut website https://udsc.gov.pl/en/cudzoziemcy/obywatele-panstw-trzecich/chce-przedluzyc-swoj-pobyt-w-polsce/zezwolenie-na-pobyt-czasowy/pobyt-z-rodzina/pobyt-z-obywatelem-panstwa-trzeciego/ anda harus memiliki additional cost unt menanggung keluarga minimal 514 PLN/bulan/orang selama dia berada di Poland.
  4. Copy Paspor dan Visa anda (pastikan halaman akhir yang ada ttd anda jg di copy)
  5. Mutasi Rekening dan Bank Statement selama 3 bulan terakhir. Rekening bank atas nama anda dan atas nama yang mengajukan visa. Untuk rekening bank anda, silahkan dikira2 jumlahnya agar bisa membiayai keluarga selama waktu tinggal. Semakin banyak semakin menguatkan. Begitu pula dengan rekening yg mengajukan visa (ini mungkin bisa optional karena sudah ada jaminan dari anda, tapi menurut saya akan lebih menguatkan pihak kedutaan)
  6. Asuransi perjalanan. Bagi keluarga yang mengajukan visa nasional tipe A (365 hari) harus menggunakan asuransi perjalanan minimal 60 hari. Bisa menggunakan Allianz.
  7. Buku nikah dan KK yang membuktikan bahwa dia adalah keluarga anda.
  8. Copy KTP pemohon visa
  9. Copy Paspor pemohon visa (copy semua halaman paspor yang ada stempel dan ttd di halaman akhir)
  10. Pas foto 4 lembar latar belakang putih ukuran 3.5 x 4.5
  11. Formulir aplikasi online visa Poland. Untuk link form aplikasi bisa diisi di web kedutaan Poland kemudian anda isi national visa – multiple entry. Alasan pengajuan visa untuk mengunjungi keluarga. Buat janji ke kedutaan Poland. Biasanya Selasa, Kamis, Jumat.  link sebagai berikut –> https://secure.e-konsulat.gov.pl/
  12. Biaya pembuatan Visa mulai Februari 2019 Rp 970.000 (mungkin harga dollar turun hehe)
  13. Pengambilan Visa, apabia tidak bisa mengambil sendiri bisa dikuasakan ke kerabat atau teman. Bisa juga minta tolong dari pihak kedutaan untuk mengirimkan. berikut contoh surat kuasa pengambilan Visa surat kuasa pengambilan visa POLANDIA
  14. contoh letter of sponsorship dependant

Langkah-langkah membuat Karta Pobytu (2)

Apa syarat membuat Karta Pobytu?

Bagaimana prosedurnya?

Langkah-langkahnya :

Pendaftaran online. Daftarlah online ke website https://mazowieckie.pl/pl/dla-klienta/cudzoziemcy/zezwolenia-na-pobyt/dokumenty-wydawane-cud/karta-pobytu. Pilih student (kalau anda mahasiswa/worker kalau anda bekerja), pilih tanggal berapa anda akan mengumpulkan berkas tanggal dan jamnya. Kemudian anda akan mendapatkan nomor. harap print nomor itu 1 kali dan dibawa waktu pengumpulan berkas.

Siapkan Berkas. Ada beberapa berkas yang perlu dipersiapkan, diantaranya :

  1. Formulir aplikasi. Downloan di halaman website di atas. Cari formulir ter-update. print rangkap 2. Nah dalam mengisi formulir ini menggunakan bahasa polish. misal nama negara Indonesia berubah jadi Indonezyjska, warna mata coklat dalam bahasa Poland brazowy.  Nah, bila anda agak kesulitan mengisi beberapa item, tidak masalah, kosongkan saja dulu. Nanti petugasnya akan sangata membantu. mereka juga bisa bahasa inggris :).
  2. Copy Paspor dan ID Card. Fotocopy pasport dari halaman depan (identitas) dan yang ada stempelnya serta halaman terakhir yang ada tandatangan. Semua yang ada stempel visa tetap di copy.  Untuk ID Card yang saya maksud Student Card. Di print bolak balik. Dibelakang ada hologram yang menerangkan tanggal registrasi kartu.
  3. Surat dari kampus. Surat keteragan dari kampus yang menerangkan anda mahasiswa dikampus tersebut dan akan lulus pada tahun sekian. Jikalau bisa ditulis juga anda adalah awardee beasiswa tertentu yang fully funded.
  4. Surat keterangan sponsorship. Surat keterangan sponsorship juga dicopy misalnya anda mendapatkan beasiswa yang fully funded dari lembaga tertentu. Kalo saya letter of guarantee (LOG) dari Beasiswa NTB yang memberikan beasiswa pada saya.
  5. Bank Statement. Semacam surat keteragan dari bank bukti nada memiliki tabungan dalam jumlah tertentu yang bisa memenuhi biaya hidup anda. Beberapa kawan bilang, kalau punya LOG bisa juga dipakai. Tapi saya tetap buat untuk aman saja.
  6. Asuransi. Print out asuransi yang ada punya. Dan bukti pembayaran asuransi yang sudah anda lakukan. minimal 3 buan.
  7. Pas Foto. Pas foto 4 rangkap, ukuran 3,5 x, 4,5 (standar Visa/Karta Pobytu). Backgroun Putih. Wajah terlihat 80%. BIsa cek contoh foro di website karta pobytunya.
  8. Bukti Pembayaran Karta Pobytu. Bukti pembayar Karta Pobytu 340 Zlty. Bisa dilakukan online melalui e banking anda. buktinya di print.

apabila semua berkas lengkap, anda bisa langsung membawa ke kantor tempat pembuatan karta pobytu tersebut di jadwal yang anda pilih sebelumnya. Jika ternyata ada berkas yang kurang, anda bisa mengumpulkan berkas yang kurang lengkap berikutnya.

Setelah mengumpulkan berkas, pastikan paspor asli anda mendapatkan stempel sebagai bukti sudah membuat karta pobytu. incase visa anda habis sebelum karta pobytu jadi.

Nanti Karta pobytu akan di kirim ke alamat yang anda tuliskan.

Semoga bermanfaat.

 

Salam

Bu Ega

Email : meganisfa@gmail.com

IG       : @ganisfa

FB      : Mega Nisfa Makhroja

YT. info karta pobytu : https://www.youtube.com/watch?v=y8DuTCDeilM&t=49s

 

What I’ve Learned in 2018

 

IMG20161015110045

Acceptance

Accept your self. Sometimes its really easy to accept someone mistake, but we can not accept ours. That happened to me. I thought already done by my self, but I was not. I blame my self with my own mistakes and got depressed about that. Then, I understand. No need to be perfect, as long as you are your self and do your best.

 

Do not Expect too much

I expected too much and I disappointed much more. When I really want to go to Australia at that time, I have 90% confidence to be there. I failed. When I am not expecting about something, I got more than I want.

 

Thankful

God always gives the best thing we need, not the most thing we want. If we thankful for a single thing, Everything will bring us to happiness

 

There is no Growth in Comfort Zone

I learn and try the best of me. Something new, even I do not really like. I train my self to make positives vibes. Every single thing is blissful. I just straightforward and something good will happen.

 

Thank you to my one and only partner in life (insyaAllah till Jannah) @hirzurrahman. I do not what the good thing I am done then Allah give you into me. I can describe how thankful I am to have you in my life. My dearest son, Gaiz Alwafa and 2nd one baby. I hope next year I can be a better mom for you both. And all of us can reunite together in Europe. Miss you All.

 

 

Apa itu Karta Pobytu (Residence Permit) di Polandia?

old ownKarta Pobytu mungkin masih asing di telinga beberapa orang. Karta Pobytu adalah ijin tinggal di Poandia (Semacam KTP Domisili). Apa bedanya dengan visa?

  1. Karta Pobytu di urus di Polandia, kalau Visa harus anda urus di negara anda berasal (sebelum anda terbang ke Polandia)
  2. Lama waktu ijin tinggal menggunakan Karta Pobytu 15 Bulan (Bisa juga 3 tahun untuk yang mendapatkan ijin tinggal tetap), sementara Visa lamanya 90 hari (Visa Wisata) dan 365 Hari (Visa Tipe D – National Visa).
  3. Apakah bisa digunakan untuk Schengen Visa? Iya sama-sama bisa digunakan. Namun perlu di perhatikan  bagi visa harus menginput (multiple entry) saat me-apply visa.
  4. Siapa saja yang bisa membuat Karta Pobytu? Anda yang sedang studi di Polandia, Atau anda yang bekerja di Poandia, Ada beberapa kasus yang saya lihat dia masuk menggunakan visa wisata (90 hari) kemudian sebelum visa habis dia mendapatkan pekerjaan di Polandia. Dia kemudian mengurus Karta Pobytu nya. Itu bisa dilakukan.
  5. Saya pelajar dan saya pulang setiap tahun, haruskah mengurus karta pobytu? Tidak harus ! sebagai gantinya anda harus mengurus visa kembali ke kedutaan Polandia di Indonesia dengan masa waktu 365 hari.
  6. Kemana mencari info membuat Karta Pobytu? https://mazowieckie.pl/en/for-foreigners-1/residence  atau http://www.migrant.info.pl/karta-pobytu.html  atau https://www.polandunraveled.com/health-insurance-in-poland/karta pobytuSalah satu contoh Karta Pobytu. Kode di Pojok Kanan atas disebut PESEL. Biasanya kalau ke Bank, Rumah Sakit, atau pelayanan publik lain sering ditanya nomor pesel. Nomor ini semacam NIK di KTP.